TABOT BENGKULU: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA

Authors

  • Iman Kristina Halawa Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu Author Array
  • Juliusman Halawa Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu Author
  • Junius Ediman Laia Sekolah Tinggi Teologi Arastamar Bengkulu Author

DOI:

https://doi.org/10.63832/lampo.v2i2.59

Keywords:

Tabot Bengkulu, Teologi Kontekstual, Akulturasi Budaya, Dialog Antaragama, Islam Nusantara

Abstract

Tradisi Tabot di Bengkulu berakar dari peringatan tragedi Karbala, namun melalui proses akulturasi dengan budaya lokal, ia bertransformasi menjadi identitas religio-kultural masyarakat setempat. Artikel ini bertujuan menganalisis Tabot sebagai ekspresi teologi kontekstual, yaitu wujud iman yang menafsirkan nilai-nilai universal Islam pengorbanan, keadilan, dan solidaritas dalam bingkai budaya lokal Bengkulu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode hermeneutik untuk menafsirkan simbol-simbol religius Tabot, serta triangulasi literatur untuk menjaga validitas interpretasi lintas disiplin (teologi, antropologi, dan budaya). Hasil kajian menunjukkan bahwa Tabot tidak hanya berfungsi sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media penguatan identitas budaya, sarana pendidikan nilai moral, dan ruang dialog antaragama. Dari perspektif teologi Kristen, Tabot memiliki resonansi dengan pengorbanan Kristus, sehingga membuka peluang refleksi lintas iman dan teologi pluralisme. Kebaruan penelitian ini terletak pada pembacaan Tabot sebagai bentuk teologi kontekstual lintas agama yang berimplikasi pada pengembangan pendidikan agama, pelestarian budaya lokal, dan penguatan dialog antarumat beragama di Indonesia.

studi ini juga dapat memperkaya literatur teologi kontekstual di Indonesia melalui pendekatan hermeneutik simbolik

References

Aghaie, Kamran Scot. The Martyrs of Karbala: Shi’i Symbols and Rituals in Modern Iran. University of Washington Press, 2004.

Amaladoss, Father Michael. Making Harmony: Living in a Pluralist World. ISPCK, 2003.

Ayoub, Mahmoud M. Redemptive Suffering in Islam: A Study of the Devotional Aspects of Ashura in Twelver Shi’ism. Vol. 10. Walter de Gruyter, 2011.

Bellah, Robert N. “Civil Religion in America.” Daedalus 134, no. 4 (September 2005): 40–55. https://doi.org/10.1162/001152605774431464.

Bevans, Stephen. “Models of Contextual Theology.” Theological Studies 55, no. 3 (1994): 584.

Budiman, Dwi Aji. “Tabot, Sakralitas Dalam Komodifikasi Pariwisata.” Jurnal Kaganga: Jurnal Ilmiah Sosial Dan Humaniora 3, no. 2 (2022): 41–50.

Creswell, John W, and J David Creswell. Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches. Sage publications, 2017.

FATAH, ISLAM NEGERI U I N RADEN. “MASUK DAN BERKEMBANGNYA ISLAM DI BENGKULU ABAD XVI-XX,” n.d.

G Gutierrez. A Theology of Liberation History, Politics, and Salvation. Orbis Books, 1988.

Geertz, C. The Interpretation of Cultures Basic Books. New York., 1973.

Gutiérrez, Gustavo. A Theology of Liberation: History, Politics. Orbis Books, 2023.

Hakim, Lukmanul. “AZYUMARDI AZRA SEBAGAI SEJARAWAN ISLAM.” Majalah Ilmiah Tabuah: Ta’limat, Budaya, Agama Dan Humaniora 21 (2017): 11–28. https://doi.org/https://doi.org/10.15548/tabuah.v21i2.64 AZYUMARDI.

Handayani, Rizqi. “Dinamika Kultural Tabot Bengkulu.” Buletin Al-Turas 19, no. 2 (January 23, 2018): 241–54. https://doi.org/10.15408/bat.v19i2.3718.

Hick, J. An Interpretation of Religion: Human Responses to the Transcendent. Gifford Lectures. Yale University Press, 2004. https://books.google.co.id/books?id=-LWY1ytGGb0C.

Khoirurrijal, Khoirurrijal. “ISLAM NUSANTARA SEBAGAI COUNTER HEGEMONI MELAWAN RADIKALISME AGAMA DI INDONESIA.” Akademika : Jurnal Pemikiran Islam 22, no. 1 (June 22, 2017): 77–102. https://doi.org/10.32332/akademika.v22i1.616.

Knitter, Paul F. Introducing Theologies of Religion. Orbis Books, 2014.

Kurniawan, Adi Rahmat. “Simbol Dan Ritual Dalam Tradisi Tabut Di Bengkulu: Kajian Antropologis Dengan Pendekatan Teori Ruang Henri Lefebvre Dan Teori Simbolik Clifford Geertz.” Journal of Comparative Study of Religions 5, no. 1 (December 2, 2024): 65–84. https://doi.org/10.21111/jcsr.v5i1.13058.

Lestari, Julita. “PLURALISME AGAMA DI INDONESIA: Tantangan Dan Peluang Bagi Keutuhan Bangsa.” Al-Adyan: Journal of Religious Studies 1, no. 1 (2020): 29–38. https://doi.org/10.15548/al-adyan.v1i1.1714.

Maulidin, S, L Hasanah, and R Nugroho. “Ekstrakurikuler Rohis Dan Moderasi Siswa.” Jurnal Kajian Islam Modern 8, no. 2 (2025): 77–92. http://jurnal-inais.id/index.php/JKIM/article/download/665/576.

Mostert, Christiaan. “Moltmann’s Crucified God.” Journal of Reformed Theology 7, no. 2 (2013): 160–80.

Panikkar, Raimundo. The Intrareligious Dialogue. Paulist Press, 1999.

Pieris, S J. “Asian Theology of Liberation,” 1988.

Purrohman, Purnama Syae. “Menulis Skripsi Dengan Metode Penelitian Kualitatif.” Metode 18, no. 8 (2018).

Renta, Person Pesona. “TABOT Upacara Tradisi Masyarakat Pesisir Bengkulu.” Sabda : Jurnal Kajian Kebudayaan 6, no. 1 (2011): 47. https://doi.org/10.14710/sabda.v6i1.13301.

Song, Choan-Seng. Third-Eye Theology: Theology in Formation in Asian Settings. Wipf and Stock Publishers, 2002.

Valentine, Femalia. “Komunikasi Ritual Tabut (Studi Kasus Makna Tabut Bagi Pengikutnya, Pemerintah, Dan Masyarakat Di Bengkulu).” UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, 2018.

Widodo, Sembodo Ardi, Universitas Islam, and Negeri Sunan. “Metode Hermeneutik Dalam Pendidikan” XXXI, no. 70 (2008): 322–32.

Woodward, Mark. “Reflections on Java and Islam 1979-2010.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 49, no. 2 (December 24, 2011): 281–94. https://doi.org/10.14421/ajis.2011.492.281-294.

Downloads

Published

2026-01-23

How to Cite

TABOT BENGKULU: KAJIAN TEOLOGI KONTEKSTUAL DALAM BINGKAI AKULTURASI BUDAYA. (2026). LAMPO: Jurnal Teologi Dan Pendidikan Agama Kristen, 2(2), 116-130. https://doi.org/10.63832/lampo.v2i2.59

Similar Articles

1-10 of 17

You may also start an advanced similarity search for this article.